Hello!


Selamat datang di FOOLOSOPHY!


Saya suka makan.


Siapa yang tidak?


Makanan adalah bahasa yang universal. Tak peduli darimana seseorang berasal, tak peduli tingkat pendidikan seseorang, tidak akan mungkin kita tidak mengenali makanan meskipun proses memasaknya berbeda dari daerah satu dengan daerah lainnya. Makanan juga yang merupakan suatu elemen yang dapat mencairkan suasana, mendekatkan antara satu orang dengan orang lainnya. 


Bagi saya, makan bukan hanya sekedar kebutuhan primer yang harus dipenuhi, melainkan sudah menjadi ritual kecil tersendiri untuk menikmati hidup. Dengan makan, saya belajar mengenal rasa, saya belajar untuk tahu lebih jauh mengenai bahan & bumbu makanan serta proses pembuatannya. Bagaimana ciri dan rasa makanan khas di setiap daerah sangat berbeda namun tetap lezat, bahkan menimbulkan rasa rindu kala lama tidak menyantapnya. Lebih jauh lagi, jika dapat mengenal orang-orang yang terlibat di balik pembuatannya. 


Ketika saya bisa membagi informasi mengenai makanan lezat dengan orang lain, itulah bahagia versi saya. Ketertarikan saya pada makanan pula yang akhirnya mendorong saya terjun bebas bereksperimen di dapur. Kecintaan saya terhadap makanan saya coba tuangkan ke dalam FOOLOSOPHY. Tulisan-tulisan di dalamnya adalah semacam jurnal berisi apa saja yang pernah saya cecap, saya kunyah, saya buat dan saya rasakan. 


Mungkin ini cinta. Mungkin ini passion. Mungkin pula sebuah obsesi. 

Yang pasti, saya selalu setuju dengan apa yang dikatakan George Bernard Shaw, "There is no love sincerer than the love of food."


Terima kasih telah mampir dan membaca. See you around and have a great day:)


Stay foolish & Stay hungry,

Aline
-Tukang Makan-

Email          :   ffoolosophy@yahoo.com
Twitter       :   http://twitter.com/#!/alinechandra


Feel free to contact me at ffoolosophy@yahoo.com or @alinechandra.


Translate

 

Popular Posts

JKTGo.com

Blog Archive

My Instagram

The Peekers

web counter