Berkali-kali baca review tentang Toscana yang sering dapat award jadi restoran Italia terbaik se Jakarta versi salah satu media benar-benar bikin saya penasaran. Jadilah kami, di suatu weekend yang cerah, mencoba restoran yang terletak di bilangan Kemang ini.
Awalnya setelah parkir agak sangsi, saya memang sudah seringkali melihat saat melewati Toscana, namun setelah diperhatikan dari dekat, dari bagian depannya tidak ada sentuhan modern sama sekali dan berkesan tertutup.
Saat masuk, kami lebih kaget lagi karena ternyata restorannya bernuansa fine dining, padahal kami datang dengan jeans dan kaos. Ternyata tidak ada peraturan ketat tentang busana sebagaimana restoran fine dining pada umumnya, hampir seluruh pengunjung lain yang datang juga berpakaian casual. Dan satu lagi yang membuat saya tersenyum lebar ialah harga masakannya. Untuk main course memang harganya dibandrol cukup tinggi (rata-rata 80K ke atas), namun menu pasta dan pizza, harganya masih cukup bersahabat, mulai dari 30K-an sampai dengan 80K-an kalau tidak salah.
Begitu duduk, kami langsung disuguhi complimentary bread dan butter. Sementara waitressnya mengisi gelas dengan air putih yang free dan refillable.Saya mencoba Fettucine Sugo Dipolpette, yaitu pasta yang dimasak dengan tomato sauce dan berisi meatballs yang terbuat dari campuran daging bebek dan daging sapi.
Rasanya..aah saya suka sekali. Langsung jadi favorit saya karena rasa saus tomatnya ringan dan tidak terlalu asam. Apalagi si meatballs, ini lebih lebih enaknya. Saya kurang bisa 'menemukan' rasa bebeknya tapi tetap saja nggak sanggup protes karena meatballsnya enak banget. Hahaa...
Untuk Spaghetti Matriciana Beef yaitu spaghetti yang dimasak dengan saus krim dan diberi irisan smoked beef sebagai isinya. Rasanya betul-betul gurih dengan rasa krim yang pekat. Ini juga salah satu creamy pasta terenak yang pernah saya rasakan.
Kami juga mencoba Salami Pizza. Seperti Pizza Italia, kulitnya tipis dengan topping yang minimalis (bila dibandingkan dengan Pizza H*t). Satu pizza dipotong menjadi 4 slice. Rasanya tidak terlalu istimewa, enak namun biasa-biasa saja. Saya masih lebih suka pizza di Social House untuk cita rasanya yang lebih 'berbumbu'.
![]() |
| Salami Pizza - 60K |
![]() |
| Papardelle something, ini juga tak kalah lezat.. =9 |
Overall, Toscana adalah tempat yang saya rekomendasikan bila sedang ingin mencari suasana fine dining untuk beromantis ria dengan pasangan atau makan pasta enak dengan harga yang quite reasonable. Oh ya, karena restoran ini tidak menerima debit atau credit card (kecuali AMEX), so make sure you have enough cash to pay the bill.
Toscana Italian Restaurant
Jl. kemang Raya No. 120 Jakarta Selatan 12730. Telp : (021) 7181216, 7181217
Suatu hari, partner jajan saya memberitahu tentang restoran milik temannya yang berada di bilangan Selatan Jakarta. kebetulan juga hari itu kami bingung mau makan dimana. Jadilah malam itu kami mencoba Zeven Circles & Grills yang berlokasi di jalan Cipete Raya.
Dekorasi dan interior 2 lantai Zeven Circles & Grills cukup menyenangkan sebagai tempat makan sekaligus nongkrong anak muda. Seingat saya, ruangan smoking dan non smokingnya juga dipisah, jadi pasti lebih terasa menyenangkan untuk pengunjung yang tidak suka dengan asap rokok.
Berhubung (kalau nggak salah), kami sudah makan waktu itu, jadi saya hanya memesan Baquette Supreme. Sebenarnya mau coba menu Pancake Rendang yang jadi signature dishnya, tapi waktu itu perut saya masih full *tumben*. Si Partner beda cerita, meskipun sudah makan, dia tetap memesan Javanese Fettucine, padahal niat awal kesini cuma mau cari cemilan. Dasar nggak konsisten.
![]() |
| Baguette Supreme - 17,5K |
Anyway, seporsi Baguette Supreme terdiri dari 3 irisan baguette dengan mayonaise salad yang tebal di atasnya yang kemudian dipanggang sebentar. Mayonais salad berisi udang menjadi topping baguette yang diberi saus berupa sambal, sambal bangkok, dan mayonais. Rasanya enak dan creamy. Irisan udang di dalam mayonais saladnya juga tekturnya masih juicy ketika digigit.
![]() |
| Javanese Fettucini - 25K |
Javanese Fettucine membuat kami sempat bengong karena tampilannya yang sungguh di luar dugaan. Pasta Italia yang lebar ini dimasak ala bakmi rebus jawa lengkap suwiran daging ayam, kuah yang dicampur dengan telur dan irisan tomat diatasnya. Soal rasa sepertinya enak, karena menu tersebut habis tak bersisa di tangan partner jajan saya.
![]() |
| Grenadine Syrup Summer Fruits Soda Cooler - 26K |
Minuman andalan Zeven yang sempat saya coba adalah Grenadine Syrup Summer Fruits Soda Cooler. Minuman ini memang cocok jadi menu minuman spesial dari Zeven. Gabungan soda, sirup dan campuran buah segar dalam satu minuman itu benar-benar segar. Rasa sirupnya pas dan tidak terlalu manis. Totally refreshing!
Karena malam itu weekend, jadi ada live music juga dari lantai 2, sayangnya saat live musicnya mulai, kami malah pulang. Lain kali saya pasti kembali ke Zeven untuk pancake rendang yang masih bikin penasaran. =)
Zeven Circles & Grill
Jl. Cipete Raya No. 7 BC Cipete, Jakarta Selatan
(021) 75913285, (021) 75913286
Jl. Cipete Raya No. 7 BC Cipete, Jakarta Selatan
(021) 75913285, (021) 75913286
Hari rabu kemarin saya mendapat undangan Starbucks Holiday Gathering 2011 dari Miss Corry (PR Starbucks Indonesia) di Starbucks Tomang yang belum lama ini dibuka. Acara gathering ini sekaligus untuk memperkenalkan beberapa varian food & beverages baru Starbucks dalam rangka menyambut liburan natal.
Tiga macam minuman dikeluarkan dalam rangka menyambut libur natal kali ini. Toffee Nut Latte, Peppermint Mocha, dan Cranberry White Chocolate Mocha. Varian minuman pertama yang saya coba adalah Ice Toffee Nut Latte. Sebenarnya Toffee Nut Latte bukan produk baru, namun perlu diingat, varian ini hanya dikeluarkan Starbucks pada saat holiday season. Mungkin hal itu juga yang membuat Toffee Nut Latte ini selalu menjadi best seller di setiap kemunculannya. Rasanya memang enak, terlebih lagi toffee sprinklesnya.
Tiga macam minuman dikeluarkan dalam rangka menyambut libur natal kali ini. Toffee Nut Latte, Peppermint Mocha, dan Cranberry White Chocolate Mocha. Varian minuman pertama yang saya coba adalah Ice Toffee Nut Latte. Sebenarnya Toffee Nut Latte bukan produk baru, namun perlu diingat, varian ini hanya dikeluarkan Starbucks pada saat holiday season. Mungkin hal itu juga yang membuat Toffee Nut Latte ini selalu menjadi best seller di setiap kemunculannya. Rasanya memang enak, terlebih lagi toffee sprinklesnya.
Setelah itu, acara informal gathering inipun dimulai dengan coffe talk dengan Bryan Pringgodadimulyo, sang Coffee Master yang mengenalkan varian kopi yang bernama Christmast Blend Esspresso Roast. Kopi ini mengkombinasikan kopi Amerika Latin, Asia Pasifik, dan biji kopi sumatra. Komentar saya tentang varian kopi ini? Aromanya memang memikat..wangi, spicy dan 'manis', tapi tetap saja rasanya pahit ( Iyalah, Lin. Ya kali rasanya kayak es cendol..).
Bagi pecinta kopi tentu itu bukan masalah, namun untuk awam seperti saya harus punya trik untuk menyiasatinya. Bryan menyarankan untuk menyamarkan rasa pahit espresso, dengan makan scones. Saat dikonsumsi bersamaan, maka rasa pahit espresso akan terasa hilang. Ternyata, seluruh jenis makanan yang ditawarkan di Starbucks, baik yang gurih maupun manis memang dibuat khusus agar sesuai sebagai partner minum kopi.
Bagi pecinta kopi tentu itu bukan masalah, namun untuk awam seperti saya harus punya trik untuk menyiasatinya. Bryan menyarankan untuk menyamarkan rasa pahit espresso, dengan makan scones. Saat dikonsumsi bersamaan, maka rasa pahit espresso akan terasa hilang. Ternyata, seluruh jenis makanan yang ditawarkan di Starbucks, baik yang gurih maupun manis memang dibuat khusus agar sesuai sebagai partner minum kopi.
Untuk makanannya, Starbucks mengeluarkan 6 jenis makanan baru untuk menyambut christmas holiday season ini. Cranberry Scones, Raspberry Tempation, Holiday Beef & Egg Bagel, Blueberry & Strawberry Cream Cheese, and Cranberry Oatmeal Cookies.
Scones memang all time favourite food saya di Starbucks. Kali ini Starbucks menyuguhkan Cranberry Scones. Manisnya pas, komposisi potongan walnut dan cranberrynya juga banyak dan enak. Tampilannya dipercantik dengan white chocolate coating di bagian atasnya. Enak, enak, enak!
Cake Raspberry Temptation ini terdiri dari 3 layer. layer paling bawah adalah vanilla sponge cake yang disiram simple syrup. Sepertinya di simple syrup juga dicampurkan raspberry yang dihaluskan karena ketika dibelah, terlihat bintik-bintik kecil khas aneka buah berry. Layer kedua adalah cheese butter cream dan kemudian ditutup dengan selai raspberry. Paduan rasanya apik, tidak heran banyak peserta food tasting yang menjadikan cake ini sebagai makanan favoritnya.
Satu-satunya savoury food di varian holiday season ini. Uniknya bagel yang digunakan bukan bagel yang keras melainkan empuk seperti roti biasa. Bagel ini diisi dengan smoked beef, scramble egg, caramelized onion, mayonais, dan keju slice.Lezaat! Ini jadi hidangan favorit saya malam itu!
Varian yang hampir sama, perbedaannya hanya pada toppingnya. Yang satu menggunakan blueberry dan yang lainnya menggunakan strawberry. Rasa cream cheesenya tidak terlalu pekat sehingga tidak membuat cepat eneg. Sayang, tekstur 'kulit'nya kurang crumbly..
Varian cookies baru Starbucks yang ringan dan sehat karena mengandung serat dari gandum. Tekstur cookiesnya sangat renyah dan rasanya tidak terlalu manis. Saya bawa ke kantor pagi ini, dicicipi oleh bos dan tanpa ba bi bu langsung setoples dimonopoli sendiri oleh beliau. =D
Kami juga diberi kesempatan mencicipi hot Cranberry White Chocolate Mocha yang unik. Minuman ini terdiri dari espresso yang dipadukan dengan susu segar & coklat putih dengan cranberry drizzle dan cranberry sprinkles. Rasanya rich, tidak ada lagi aroma kuat dari espresso yang menyeruak dari minuman ini.
Terkadang tidak hanya ingin dimanjakan melalui rasa lezat masakan, para pengunjung restoran juga terkadang mencari suasana bersantap yang nyaman dan menarik. Terbukti konsep unik Marche yang menghadirkan suasana fresh market ala pedesaan Swiss ini mampu menarik banyak peminat kuliner di Jakarta.Marche benar-benar total dalam mewujudkan konsep restorannya,mulai dari penataan, desain interior serta furniture dan seluruh pernak perniknya, termasuk dalam pemilihan bahan baku menu yang disajikan untuk para pengunjung. Bagian dalam restoran terdiri dari stand-stand yang terpisah seperti misalnya stand rosti, stand bbq, stand pasta & pizza, hingga stand aneka dessert.
Pengunjung bahkan dapat melihat hampir seluruh jenis masakan tersebut diolah di depan mereka untuk membuktikan bahwa bahan-bahan yang digunakan terjaga kesegarannya. Begitu pula dengan tumpukan buah-buahan segar berwarna cantik di depan stand juice yang hampir selalu penuh dengan antrian pengunjung. Sistem pembayarannya menggunakan kartu yang akan distempel setiap kali kita memesan sesuatu, namun hati-hati, karena kita akan dicharge Rp.1.000.000 (for charity) jika sampai kehilangan kartu ini.
![]() |
| home made drink (forget the name!) - So refreshing! |
Beberapa menu yang sempat saya coba di Marche antara lain pasta carbonara. Pasta ini terdiri dari ukuran small dan large dengan harga 40K untuk small. Kita pun bisa memilih mau pakai spaghetti, fettucini, atau penne, toppingnya juga bisa milih, mau smoked beef atau chicken. Jangan remehkan porsi small nya karena saus carbonaranya sangat intens. Jadi, kalau bukan kenyang, normalnya sih pasti cepat merasa eneg. Sepertinya, Marche membuat sendiri pastanya karena saya lihat tekstur, warna, dan ketebalan pastanya berbeda dengan pasta biasa di pasaran. Potongan toppingnya juga banyak dan besar.
Saya juga sempat mencoba menu andalan Marche yakni Rosti. Rosti adalah kentang yang diparut dan kemudian digoreng sebentar sehingga bentuknya seperti omelet dan dihidangkan dengan mayonais dan side dish berupa aneka sosis yang bisa dipilih sendiri jika mau. Harganya sekitar 40K - 90K. Rasanya memang biasa saja, tidak kompleks karena Rosti tidak dimasak dengan banyak bumbu. Saya suka tekstur Rostinya yang tidak terlalu berminyak dan crunchy di luar.
Australian Rib Eye Steak (160K) juga patut dicoba. Dagingnya dimasak medium well, sesuai tingkat kematangan yang saya minta . Dagingnya terasa gurih tanpa rasa asin yang berlebihan. Tekstur dagingnya masih empuk dan juicy, ukurannya pun terbilang cukup besar. Pilihan lain untuk menikmati menu daging di Marche adalah BBQ Ribs (169K). Ribsnya juga diolah dengan baik. Dagingnya mudah dilepas dari tulang dan rasa saus BBQnya meresap hingga ke dalam. (Untuk dua menu ini kelupaan ambil foto. Hehee..)
Deretan dessert yang disuguhkan Marche pun tidak kalah menarik. Booth cake, pastry, dan es krim siap dipesan oleh pengunjung, rata-rata dibandrol dengan harga 35K. Saya mencoba es krim vanilla yang bertabur coklat serut dan chocolate chips. Rasa es krimnya enak namun tidak selembut dan se-creamy es krim yang dijual bebas.
Saya juga mencicipi Tiramisunya yang tidak terlalu istimewa, tapi tetap lezat. Komposisi kopi, kahlua dan mascarponenya pas! tidak ada yang terlalu dominan. Selain itu, saya juga mencoba semacam creamy apple pie (saya lupa nama menunya), dessert berbahan dasar apel yang saat itu sedang dipromosikan di Marche. Rasanya memang creamy karena banyak menggunakan susu dan telur. Bagian atasnya dilapisi dengan potongan almond. Untuk saya, sepotong sudah terlalu besar untuk ukuran dessert, terlebih rasanya sangat manis.
1. Plaza Senayan 5th Floor, Jakarta. Telp: 021-5790 5856.
2. Grand Indonesia Shopping Town Entertainment District 3A #03A-D West Mall, Jakarta. Telp: 021- 2358 1126/27






















