Cuma di Situbondo!

Thursday, December 30, 2010

Meskipun saya cukup syok mengetahui kalau Situbondo adalah kota termiskin nomor 3 se Jawa Timur (kata penceramah Shalat Ied tahun 2009), dan nggak ada KFC ataupun Pizza Hut disini, saya tetap kangen kalau lama nggak ke Situbondo. Karena atmosfirnya berbeda dari Jakarta yang modern ataupun Jogja yang tradisional. 
Saya suka dengan orang-orangnya yang masih saling menyapa setiap bertemu di jalan, tidak terkecuali dengan tukang becaknya. Saya suka kesederhanaan yang ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari nenek kakek, kerabat, maupun tetangga saya. Saya suka dengan saudara-saudara disana yang jarang sekali bertemu tapi tetap dapat menghidupkan obrolan dan suasana sehingga tidak canggung.

Kedua, dekatnya akses ke Pantai Pasir Putih yang bebas macet. dari rumah kakek hanya memakan waktu kurang lebih 15-20 menit untuk mencapai pantai yang indah ini. Dulu hampir setiap kali ke Situbondo, kami pasti mampir ke Pantai Pasir Putih. Seru, karena bersama-sama dengan keluarga besar Kakek. Tapi sekarang, kesempatan pulang kampung berbarengan dengan sepupu-sepupu lain semakin langka karena jadwal libur kerja yang berbeda-beda. 


 
Ketiga, masakan nenek yang sedap tiada duanya menjadi salah satu alasan saya selalu rindu Beliau. Masakannya sarat bumbu dan untuk beberapa menu, rasa-rasanya belum ada yang bisa mengalahkan rasa masakannya, termasuk si Mami yang doyan masak. Kadang nenek juga membuatkan makanan tradisional seperti Ketan Berbumbu yang gambarnya ada di bawah ini. Ketan ini dimakan dengan parutan kelapa dan bubuk kedelai sehingga rasanya gurih. Jika ingin rasa yang manis bisa juga dimakan dengan gula jawa yang sudah dicairkan. Kalau lihat saya makan, si nenek senang sekali, sampai mencium jidat saya sambil bilang " duh, pinter ya cucu nenek. Tahu kalo nenek sudah repot bikinnya.."


Keempat, semuanya masih serba murah! Dari mulai kebutuhan sehari-hari, pakaian, sampai makanan. Di sini 2,5K masih bisa dapat mie ayam lengkap dengan acar dan pangsit. Hebat kan? Belum lagi Bakso Wiknyo di pojok alun-alun yang nggak pernah ketinggalan untuk dikunjungi. Baksonya benar-benar lembut dan kuahnya gurih. Tahu Telur yang enak banget porsi besar cuma 6K. Bahkan dekat rumah Nenek ada penjual soto yang kalau kita lewat di depan kiosnya saja, wangi gurih dari soto sudah menyebar kemana-mana. Belum lagi mangga-mangga manalagi, gadung, arum manis yang kalau lagi musim harganya cuma 2,5K per kilo! Sekarang sedang musim srikaya disini dan dijual dengan harga 6K saja. Alhasil pulang kampung kali ini jadi mabuk srikaya deh.

Kelima, tentu saja dekat dengan Bali! Hehehe...

You Might Also Like

6 comments

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe