Ismaya baru saja membuka restoran
terbarunya yang bernama Publik Markette di salah satu pusat perbelanjaan
besar di Jakarta. Letaknya tidak jauh dari the famous Union Deli dan
berhadapan dengan restoran Nomz milik Arnold Poernomo. Seperti
restoran-restoran sebelumnya, restoran besutan Ismaya kali ini juga
memiliki konsep yang beda dari yang lainnya.
Satu lagi yang baru dari daerah Senopati!
Terletak
persis di samping Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk, H Gourmet & Vibes
yang konon dimiliki oleh Vidi Aldiano ini langsung mencuri perhatian
para penikmat kuliner dan
social media junkie. Selain karena makanannya yang unik, konsep
interiornya juga tidak kalah seru. Mengambil tema industrial bergaya
retro tahun 80’an membuat H Gourmet tampil menawan. Meskipun tidak
terlalu besar, namun saya suka sekali dengan
ambiance yang diciptakannya.
Seperti yang pernah ada di post saya
beberapa waktu yang lalu, kali ini saya akan mengupas sedikit mengenai
Culture Royale. Sebagai jasa premium catering, tidak heran apabila
Culture Royal menjadi pilihan banyak orang di berbagai special
occasion, mulai dari acara ulang tahun, private gathering hingga
wedding. Bahkan acara bergengsi semacam APEC CEO Summit beberapa waktu
yang lalu juga menggunakan jasa Culture Royale sebagai cateringnya. Rasa
yang lezat pada aneka makanannya ditunjang dengan
penyajian yang apik, setara dengan makanan hotel berbintang, sangat
cocok digunakan untuk acara istimewa.
Fat
Turtle merupakan coffee shop yang baru saja dibuka, kira-kira kurangd
ari satu bulan coffee shop nan imut ini mulai menyajikan aneka kopi
pilihan bersama dengan beberapa snack dan menu brunch, seperti
kebanyakan coffee shop di Bali.
Tempatnya tidak terlalu besar, cukup cozy dengan beberapa meja di
bagian dalamnya. Interiornya ditata cantik menggunakan beberapa pernak
pernik berkonsep recycle. Lihat saja kaki meja yang memafaatkan bekas mesin jahit. Senangnya, Fat Turtle merupakan non smoking
coffee shop. Untuk smoking area, tersedia satu meja di bagian luar yang dapat digunakan.
Cappucino (23K)
The
coffee is not bad at all. In my opinion, their cappucinno better than
Monokrom’s. Kopinya tidak terlalu kuat dan tidak terlalu asam. Konon Fat
Turtle menggunakan kopi Aceh Gayo jenis arabika untuk semua menu kopi
yang disajikan.
Affogato (28K)
Saya suka affogato. Buat saya es krim dicampur espresso itu ide brilliant! Affogato
Fat Turtle juga lumayan, sayangnya saat dihidangkan es krimnya sudah
meleleh, masuk ke dalam espresso. Tidak ada lagi sensasi rasa dingin
saat menyantap affogato.
Slow Pressed Juice (29K)
Slow
pressed juice Fat Turtle ini harus banget dicoba. Karena kombinasi buah
dan sayurnya bisa dipilih sesuka hati, dengan harga yang cukup
terjangkau, kita bisa memilih 3 macam dari deretan pilihan buah dan
sayur yang tersedia. (Photo : the one behind the Green Tea Churros. Sorry for not taking the pic clearly.)
Red Velvet Pancake (45K)
Saya
suka Pancakenya! Selain karena penyajiannya yang cantik, tekstur moist
dan manisnya pas. Cream cheese di atasnya menyumbangkan gurih creamy
membelai lidah. Honeycomb yang manis legit juga menjadi salah satu bahan
pelengkapnya. Must
try!
Green Tea Churros (27K)
Menu
Churros itu sudah biasa, green tea churros baru unik. Menu ini juga
tersedia di Fat Turtle. Saya suka hint rasa matchanya yang samar berpadu
dengan rasa milky yang agak dominan. Meskipun saya mengharapkan tesktur
yang lebih lembut
sekaligus sedikit chewy di bagian dalamnya.
Banana Milkshake (30K)
Ini
salah satu minuman yang jadi favorit saya, sayang saya lupa untuk mengambil fotonya. Rasa pisangnya tidak
overpowering, berpadu pas dengan susu putih yang creamy. Plusnya lagi
tidak terlalu manis. Love it.
Overall,
Fat Turtle merupakan coffee shop di Seminyak yang patut dicoba mengingat
menunya yang cukup beragam dan kopinya yang tidak terlalu bold. Untuk
pengunjung yang ingin mencicipi masakan Indonesia pun bisa mencoba
beberapa varian menunya
seperti corn fritters atau yang lebih dikenal sebagai perkedel jagung.
FAT TURTLE
Jl. Raya Petitenget 886A
Sukses dengan Café Degan di Bali kemudian membuat Chef Degan yang lebih
dikenal lagi setelah menjadi salah satu juri Masterchef Indonesia ini
kembali membuka restoran lainnya di Jakarta yang bernama Letter D.
Penataan
interiornya sangat apik, dining area di lantai satu cukup luas dengan
jarak yang tidak terlalu sempit antara satu meja dengan meja lainnya. Di
salah satu sisinya terdapat coffee corner yang menyediakan kopi serta
aneka pastry &
cake yang menarik untuk dicoba.
Lantai
2 merupakan bar sekaligus smoking area yang juga tidak kalah nyaman.
Bila datang siang hari, maka mengambil foto di Letter D tidak akan sulit
karena sebagian besar sisi dindingnya dilapisi oleh kaca kaca besar
sehingga restoran berkesan
terang. Suasananya membuat restoran ini nyaman untuk menjadi pilihan
tempat makan bersama keluarga.
Letter
D menyajikan aneka masakan comfort food ala Mediterania dan Asia yang memang menjadi
spesialisasi Chef Degan. Dari mulai Spaghetti, Som Tum hingga Bakmi Jawa
tersedia di Letter D. Untuk minumannya, selain menyajikan aneka
cocktail, mocktail dan juice,
Letter D juga menyajikan kopi milik Tanamera yang sudah terkenal lebih
dulu.
Khao Yum (75K)
Lettuce, Roasted Coconut, Ebi, Coriander, Mint, Kaffir Lime, Chili, Brown and Yellow Rice
Khao
Yum merupakan semacam salad khas Thailand yang mirip Som Tum, hanya saja sayurannya
menggunakan irisan lettuce. Rasanya asam segar dengan sentuhan pedas cabai
yang semakin lama semakin kuat. Aroma khas daun ketumbar membuat salad ini
semakin nikmat lagi.
Salmon Lodeh (130K)
Slow-roasted Salmon Fillet, Eggplant, Pumpkin, Zucchini, Chili, Galangal, Coconut Broth
Saya
cukup kagum dengan presentasi Salmon Lodeh ala Letter D ini. Bagaimana
tidak? Sayuran segar dimasak dan ditata apik di tengah kuah santan khas
lodeh yang sedikit manis. Di bagian atasnya terdapat fillet Salmon
berukuran besar yang
dimasak dengan cara unik.
Salmon ini dimasak dengan teknik slow roasted
dengan suhu rendah yang menghasilkan tekstur daging super lembut dari
Salmon yang menimbulkan sensasi melt-in-your-mouth.
Laksa (95K)
Prawn, Fish Balls, Egg Noodle, Cucumber, Sprouts, Tofu, Quail Egg, Torch Ginger, Laksa Broth
Letter D memiliki Laksa terbaik yang pernah saya coba. Recommended!
Kuahnya yang kaya rempah kompleks berpadu harmonis dengan semburat rasa gurih ketika disesap. Toppingnya tidak kalah generous,
mulai dari udang segar berukuran besar, bakso ikan, fish cake, tahu
hingga mie telur memenuhi mangkok besar berisi kuah yang kaya rasa ini.
Saya cukup terkesan dengan masakan
kreasi dari Letter D yang saya coba. Semua terasa lezat dengan
penggunaan bumbu yang ‘berani’. Sepertinya, saya akan kembali lagi,
terutama untuk laksa hangat yang super lezat dari Letter D ini.
LETTER D CUISINE & BAR
Instagram
Jl. Ahmad Dahlan No. 16
Gandaria Jakarta 12130
(021) 727 85111
Wifi : Yes
Opening Hours : 11 AM - 11 PM
LETTER D CUISINE & BAR
Jl. Ahmad Dahlan No. 16
Gandaria Jakarta 12130
(021) 727 85111
Wifi : Yes
Opening Hours : 11 AM - 11 PM


































