Mendekati natal kali ini, Starbucks kembali menghadirkan varian makanan dan minuman terbarunya, juga minuman seasonal favorit di holiday season yaitu Toffee Nut Latte dan Peppermint Mocha di bawah tema "Create Wonder & Share Joy". Tahun ini Starbucks meluncurkan varian minuman baru yang kental dengan suasana Natal yang hangat. Selain itu, bersamaan dengan makanan dan minuman, Starbucks juga meluncurkan desain Starbucks card edisi natal terbarunya.
Satu lagi Cake Shop yang sedang daun di Jogja bernama Serafin. Seperti namanya, Serafin menjual berbagai pilihan coffee yang cukup beragam dan produk-produk pastisserie, mulai dari cake, muffin, macaroon, eclair, dan cupcake. Serafin ini telah membuka outletnya di Semarang lebih dahulu, sebelum akhirnya membuka cabangnya di Jogja.
Rainbow Cake (25K)
Rainbow Cake ini hanya terdiri dari lima lapis warna dan dipadu oleh vanilla buttercream dan diberi taburan meises warna-warni diatasnya. Tekstur cakenya kurang lembut dan rasanya sama untuk setiap layer cakenya. Buttercream frostingnya tidak 'berat' dan tidak terlalu manis.
Black Velvet Cake (25K)
Tidak banyak pilihan cake yang tersedia sore itu, tidak ada pula Hummingbird Cake yang jadi incaran saya. Jadi saya mencoba Black Velvet Cake yang terdiri dari 3 layer chocolate cake yang berwarna kemerahan dipadu dengan chocolate cream cheese frosting. Lapisan buttercream di setiap layernya cukup tebal, sedangkan tekstur cakenya padat dan tidak terlalu moist.
Beberapa waktu yang lalu, ketika saya ke Jogja lagi, saya kembali mengunjungi tempat-tempat jajan yang saya rindukan, salah satunya adalah Lumpia Samijaya. Sebenarnya, lumpia ini tidak memiliki nama, hanya saja gerobak jualannya berada di depan toko Samijaya Malioboro, sehingga untuk lebih memudahkan pencarian si lumpia maka disebutlah Lumpia Samijaya. Lumpia Samijaya ini sudah eksis sejak tahun 1980-an, setidaknya begitulah yang dikatakan nenek saya.
Yang tinggal di Jogja dan hobi makan pastinya sudah tidak asing lagi dengan nama Chef Kamil. Ia pernah bekerja sama dengan beberapa restoran yang cukup terkenal di Jogja. kali ini ia kembali membuka sebuah restoran di daerah Selatan Yogyakarta dengan menu khas Mediterania. Biasanya, masakan khas Mediterania banyak ditandai oleh pemakaian minyak zaitun, sayur maupun kacang-kacangan ke dalam masakannya yang juga mendapat pengaruh dari masakan Eropa dan Asia.
Restoran Mediterranea ini hampir tidak terlihat dari pinggir jalan Tirtodipuran. Tampilan luarnya yang hanya menyerupai rumah biasa dan cenderung agak gelap dengan signboard yang juga tidak terlalu besar membuat saya beberapa kali melewati tanpa menyadari ada restoran baru di daerah itu. Memasuki area dalamnya, Mediterranea ditata apik dengan beberapa ruangan terpisah dan juga pernak pernik yang simpel namun menarik.
Penne au Salmon Fume (47K)
Penne with homemade smoked salmon, cream and aneth.
Meskipun disebut dimasak menggunakan krim namun penampilannya plain, sama sekali tidak kelihatan menggunakan saus sebagaimana pasta carbonara atau alfredo. Tapi ketika dicoba, penne terasa cukup creamy. Cincangan daun dill yang dicampurkan kurang terasa. Enaknya, menu yang satu ini tidak cepat membuat eneg karena saus krimnya tidak berlebihan, ditambah lagi irisan smoked salmon yang cukup generous.
Confit de Cuisse et Mandhon de Canard, Puree Maison et Sauce au Champignons (50K)
Traditional Duck Leg and Wing Confit, Mashed Potato and Mushroom Sauce
Tidak sulit
mencari Restoran yang spesialisasinya adalah sosis Jerman ini. Bertempat di
samping sebuah factory outlet yang cukup besar di Yogya ditambah dengan papan
nama restoran yang cukup besar membuatnya cukup eye catching.
Penataan
ruangannya berkonsep semi outdoor karena hampir seluruhnya merupakan ruangan
yang tidak tertutup dan ditata dengan cukup apik dan sedikit girly. Lihat saja dekorasi lampu, sofa dan beberapa pernak pernik bernuansa bunga yang diletakkan di beberapa sudut ruangan.
Menu yang
ditawarkan Frank Wurst cukup beragam, namun tentu saja seperti namanya, sajian
andalannya berupa bermacam-macam sosis Jerman yang biasanya disebut Bratwurst. Di Jerman sendiri, Bratwurst umumnya terbuat dari daging sapi ataupun babi yang kemudian diolah dengan cara dipanggang atau digoreng dan disajikan dengan pelengkap berupa saus mustard dan sauerkraut (sejenis kol asam khas Jerman) dan bir sebagai minumannya.
Uniknya, untuk varian bratwurst,
Frank Wurst menyediakan porsi male untuk yang ingin porsi lebih besar dan porsi
female untuk yang tidak ingin terlalu kenyang. Seporsi bratwurst ini sudah
termasuk dengan side dish yang berupa sayuran, kentang dan saus yang bisa
dipilih sendiri menurut selera.
Veal
Bratwurst (40K)
Gambar di atas ini adalah veal bratwurst female portion. Saya memilih side dish berupa sauerkraut dan mashed potato. Untuk sausnya saya pilih champignon sauce. Sauerkrautnya sangat kecil, bahkan bisa dihabiskan dalam sekali suapan.
Chez Moi
merupakan salah satu cake shop yang belum lama buka di Yogyakarta. Saya mencoba
menyambangi salah satunya yang terletak di daerah Sagan. Tempatnya tidak
terlalu besar, terdapat dua area untuk tempat bersantap yakni indoor dan
outdoor. Di bagian indoor sendiri berkapasitas untuk 8 orang pengunjung,
sedangkan di bagian luar lebih luas lagi.
Tampaknya
cake coklat menjadi salah satu produk unggulan dari Chez Moi seperti Grand Cru
dan Chocolate Palace. Sayangnya, ketika
saya datang, Chocolate Palace Cake belum tersedia, sehingga pilihan saya jatuh
pada Grand Cru Chocolate Cake dan Mango Slice Cake. Jenis cake lain yang
tersedia di Chez Moi mulai dari Black Forest, Opera, Tiramisu, Red Velvet
sampai Rainbow Cake.
Grand Cru
Chocolate Cake (13K)
Cocok untuk
penyuka dark chocolate karena rasa dari Grand Cru ini didominasi oleh dark
chocolate yang memiliki karakteristik rasa bittersweet. Moussenya cukup lembut
dan begitu pula dengan lapisan sponge cakenya. Saya suka karena rasanya menjadi
tidak terlalu manis.
Kunjungan saya ke La Vie Michi sebenarnya sudah sejak bulan Februari yang lalu, namun baru sekarang saya sempat untuk mereview kafe yang satu ini. Tidak banyak bakery dan cake shop di Jogja pada awalnya, sampai akhirnya La Vie Michi dan beberapa dessert cafe hadir di tengah-tengah cupcakes yang sedang naik daun.
Kafe dessert ini mengusung nuansa chic & girly dalam mendekorasi ruangannya yang sebenarnya tidak terlalu besar. Cupcake dengan aneka rasa berjejer memenuhi etalase lengkap dengan jejeran cake, macaroon dan berbagai macam teh impor seperti Twinnings dan Dilmah.
Mengklaim menggunakan zero calori sweetener dan tidak menggunakan bahan pengawet dalam pembuatan cupcakenya, La Vie Michi Cafe tampaknya ingin menjadi salah satu alternatif tempat ngemil sambil minum teh tanpa perlu merasa bersalah karena kalori & kadar gula dessert yang biasanya cukup tinggi.
Tidak jarang saya mendengar keluhan beberapa orang mengenai lesehan Malioboro yang mengecewakan. Harganya mahal tapi masakannya tidak enak atau bahan-bahan yang digunakan tidak lagi segar. Saya sendiri tidak pernah makan di lesehan Malioboro yang menurut saya lebih menjual suasana dibandingkan makanannya. Namun, Lesehan Burung Dara Sebelah Barat Terang Bulan ini rasanya perlu diberikan pengecualian.
Buka mulai malam hari, persis di emperan toko batik Terang Bulan, lesehan mulai digelar. Namun, belum lagi 5 menit tikar digelar, pengunjung sudah langsung memadati lesehan yang areanya cukup luas. Sekejap saja sudah tidak ada meja yang kosong. Beruntung saya dan sepupu datang lebih awal sehingga kami mendapat tempat.
Menu Lesehan SBTB tidak jauh berbeda dari lesehan kebanyakan. Selain menjual burung dara bakar/goreng, lesehan SBTB juga menyediakan bebek & ayam bakar/goreng. Kami memesan nasi putih (6K), lalapan (4K) dan burung dara yang menjadi andalan lesehan ini.
Burung Dara Goreng SBTB (29K)

Burung dara ini dimasak dengan menggunakan air kelapa dan bumbu-bumbu bacem khas sehingga menghasilkan rasa yang gurih dan meresap hingga ke bagian dalamnya dan kemudian digoreng hingga kecoklatan.
Yogyakarta memang terkenal dengan Gudeg yang lezatnya melegenda. Seperti makanan lainnya, rasa gudeg pun cukup bervariasi mulai dari yang basah sampai kering dan dari rasanya yang legit manis hingga yang dominan gurih. Gudeg Ceker Bu Joyo merupakan salah satu gudeg basah dengan citarasa gurih yang menonjol yang kerap saya kunjungi jika sedang ke Jogja.
Jangan mengharapkan menemukan papan nama untuk lesehan yang satu ini. Lokasinya yang berada di emperan toko emas samping pasar
Beringharjo dan sebuah mobil tua berwarna putih di depannya menjadi ciri khas
gudeg ceker ini. Untuk menikmatinya, pengunjung harus bersabar menunggu lesehan
ini hingga pukul setengah sebelas malam.
Favorit saya tentu saja, seporsi gudeg ceker yang disiram
dengan areh. Satu porsi berisi 10 ceker ayam yang telah dimasak menjadi sangat
lembut dan empuk. Hampir tidak memerlukan usaha keras untuk memakan makanan yang kaya kolagen ini.
Rasanya yang gurih dengan semburat manis yang tidak menyengat menjadi
pasangan serasi untuk teman bersantap nasi putih.
Ketika pulang ke Jogja, tidak jauh dari rumah nenek saya ternyata telah buka sebuah tempat makan baru yang bernama Bu Ageng. Ternyata Bu Ageng ini merupakan restoran milik budayawan terkenal Indonesia, Butet Kertaradjasa.
Tempatnya didisain seperti di rumah, dengan atap namun banyak ruangan terbuka di dalamnya. Seolah-olah jadi seperti makan di teras rumah yang sejuk. Biarpun interiornya terkesan sederhana, penataannya cukup apik. Di salah satu sudut terlihat pajangan foto-foto tokoh terkenal Indonesia yang dianggap berjasa dalam perkembangan sosial budaya kota Yogyakarta.
Menu di Bu Ageng memang didominasi oleh masakan tradisional dan rumahan khas jawa dan kalimantan. Mulai dari makanan ringan, aneka nasi campur sampai sayur dan lauk pauk dengan nama-nama unik seperti Dele Jepun untuk menyebutkan edamame, Bubur Duren Mlekoh, Lele Njingkrung, Ayam Nylekit, dan Sotong Gelap.
Kawasan Prawirotaman Jogjakarta memang tidak pernah sepi, justru semakin berkembang seiring dengan semakin ramainya wisatawan yang berkunjung ke Jogja. Hampir setiap sudut jalan dipenuhi oleh penginapan dan restoran-restoran dengan menu western food (mostly).
Salah satu yang ikut meramaikan jalan Prawirotaman adalah Aglioo!. Aglioo! berkonsep mirip dengan K'Meals yang terletak tidak jauh dari sana. Deretan menunya juga tidak jauh berbeda. Kedua resto ini menyuguhkan aneka masakan Italia seperti pasta dan pizza. Saya datang siang itu untuk mencoba beberapa menu mereka yang cukup variatif. Kelebihannya adalah dia tidak menggunakan MSG untuk seluruh masakan yang jelas-jelas dicantumkan di depan buku menunya.
Tempat
ini saya coba berdasarkan rekomendasi dari sepupu saya yang tinggal di
Jogja. Yammie ini berada di daerah Pathuk yang terkenal dengan
bakpianya. Ternyata meskipun lokasinya berada di gang yang cukup sempit,
namun Yammie yang hanya menggunakan teras rumah sebagai tempatnya ini
hampir selalu dipadati oleh pengunjung.
Menu
yang ditawarkan tidak terlalu banyak, hanya beberapa macam mie ayam dan
pelengkapnya seperti pangsit goreng, pangsit rebus ataupun
bakso.Minumannya juga standar warung mie ayam seperti es teh dan es
jeruk. saya memesan yammie pangsit biasa (10K) (ukuran jumbo juga tersedia!) dan segelas es jeruk (3K). Sebagai tambahannya, kami memesan seporsi pangsit goreng (7K) yang merupakan salah satu andalan di Yammie Pathuk.
Seporsi
mie ayam hadir dengan cincangan daging ayam yang sudah berbumbu, dua
pangsit rebus, bawang goreng dan rajangan daun bawang serta kuah yang
dipisah. Mienya kenyal dengan ukuran mie yang tidak terlalu besar.
Rasanya memang lezat! Mie yang kenyal bercampur dengan daging ayam yang
dibumbui dengan pas dan sedikit kuah kaldu yang gurih menghasilkan
perpaduan yang apik ketika dicicip. Pangsit rebusnya juga kenyal namun
tidak terlalu tebal dan tidak terlalu matang. Isian daging di dalamnya
juga terasa tekstur dan gurihnya. Enaak!
Terakhir
yang saya coba adalah pangsit gorengnya. Seporsi pangsit goreng berisi 4
buah pangsit yang berwarna coklat keemasan. Saya tidak menyesal
memesannya. Menurut saya, pangsit ini bisa disetarakan dengan pangsit
goreng Bakmi GM yang juga lezat. Kulitnya renyah namun tetap "empuk",
isian pangsitnya juga gurih dan tidak overcooked. Gurih dan masih juicy.
Sekali coba, Yammie Pathuk langsung menjadi favorit saya untuk makan mie ayam ataupun yammie. Agak menyesal saya tidak pernah mengetahui tempat ini sejak kuliah. Kalau ke Jogja lagi, pasti saya akan mampir kembali ke Yammie Pathuk!
Sekali coba, Yammie Pathuk langsung menjadi favorit saya untuk makan mie ayam ataupun yammie. Agak menyesal saya tidak pernah mengetahui tempat ini sejak kuliah. Kalau ke Jogja lagi, pasti saya akan mampir kembali ke Yammie Pathuk!
Yammie Pathuk
Jl. Kemitiran Kidul 63, Notoyudan Yogyakarta
Tempat makan yang mengusung pasta sebagai menu andalannya memang semakin menjamur di tengah penikmat kuliner yang juga bertambah banyak. Salah satunya adalah Paztaholic yang berada di kawasan Demangan, Yogyakarta. Lokasinya terletak di lantai dua sebuah distro yang cukup terkenal dan memiliki ruangan indoor dan outdoor. Tempatnya sendiri tidak terlalu besar, perkiraan saya cukuplah untuk menampung sekitar 30-40 pengunjung saja. Interiornya bergaya modern minimalis dengan furniture yang simpel dan didominasi oleh warna putih. Untuk beberapa spot, si empunya memberikan sentuhan pernak pernik menarik khas anak muda.
Paztaholic dengan tagline pasta.pancake.coffee ini menyediakan aneka olahan pasta, salad, pancake, kopi serta bermacam-macam juice dan milkshake. Hampir seluruh menu dipatok dnegan harga yang cukup terjangkau, untuk pasta misalnya, Paztaholic menetapkan range harga 20K-30K untuk seporsi pasta sesuai pilihan pengunjung.
Saya memesan Ravioli Fatti in casa ai Funghi (27K) yang merupakan homemade ravioli dengan saus saffron yang creamy. Sedangkan teman saya memesan Fettucini Funghi (25K) yang juga menggunakan krim sebagai sausnya.
Ravioli hadir dengan saus krim yang berwarna kuning yang merupakan ciri khas masakan yang diberi saffron. Rasanya juga menjadi cukup unik karena memberikan aroma khas jerami dan rasa manis samar yang kemudian bercampur dengan rasa gurih dari krim yang digunakan. Sayangnya, Paztaholic menggunakan udang yang berukuran kecil dan belum dikupas sebagai isian ravioli. bagi saya, hal itu merupakan gangguan makan yang serius. Dari harapan saya yang akan menemukan tekstur kenyal udang segar ketika ravioli digigit, saya justru merasakan kulit udang yang dominan.
IMHO, daripada mereka menggunakan beberapa udang kecil untuk isiannya, akan lebih baik jika menggunakan satu udang yang agak besar untuk setiap raviolinya
IMHO, daripada mereka menggunakan beberapa udang kecil untuk isiannya, akan lebih baik jika menggunakan satu udang yang agak besar untuk setiap raviolinya
Saya juga kurang menyukai rasa dari Fettucini Funghi Paztaholic. Menurut saya, saus pastanya terkesan 'kurang berani' karena tidak dapat menonjolkan gurihnya saus krim yang pekat. Warna sausnya sendiri sedikit kecoklatan. Mungkin ada baiknya bila Fettucini Funghi dibuat dengan saus krim simpel namun tetap lezat dibandingkan dengan menggunakan berbagai macam rempah yang akhirnya justru membuat rasanya terkesan 'nanggung'.
Selain itu saya juga mencoba Crostata al Limone (7K) atau Lemon Tart. Menurut saya, tart ini adalah satu-satunya menu yang terbilang sukses memanjakan lidah saya pada malam itu. Tingkat asam pada krim lemonnya pas, meskipun teksturnya creamy tapi rasanya sangat menyegarkan.
Dibanding Paztaholic, saya lebih menyukai restoran sejenis lainnya seperti Nanamia ataupun Il Mondo. Paztaholic seharusnya dapat lebih meningkatkan lagi citarasa masakannya. Toh konsumen juga tidak akan keberatan untuk membayar sedikit lebih mahal asalkan makanan yang mereka cicipi memang worth the money.
Paztaholic
Jl. Cendrawasih no. 8 Demangan Yogyakarta. Telp. (0274) 859 9147
Kawasan Prawirotaman Yogyakarta ini memang ibarat Legiannya Bali. Deretan hotel, restoran dan cafe berjejer rapat di kedua sisi jalannya. Sesekali terlihat wisatawan asing yang sedang berlalu lalang ataupun bersantap di restoran sekitar. Ministry of Coffee adalah salah satu tempat favorit saya di daerah tersebut untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman. Selain tempatnya yang nyaman dan tidak terlalu ramai, Ministry of Coffee dilengkapi oleh beberapa rak yang berisi buku-buku impor yang bisa dibaca ditempat.
Meskipun mengusung coffee sebagai nama tempatnya, namun MoC tidak seperti tempat ngopi kebanyakan. Disini juga tersedia western food yang cukup beragam. Mulai dari appetizer, makanan berat, sampai dessert berupa aneka cake, quiche dan flan. Sedangkan untuk minumannya juga mulai dari kopi, coklat, teh sampai aneka juice dan mocktail lengkap tersedia. Karena buka sejak pukul 08.00 pagi, MoC juga menawarkan menu khusus berupa pancake, roti dan beberapa menu sarapan lain hingga jam 11 siang.
Berhubung saya bukan peminum kopi, saya belum pernah mencoba varian menu kopi yang ditawarkan oleh MoC. Saya juga belum pernah makan berat, biasanya saya kesini justru untuk menikmati cake andalan MoC yaitu Death by Chocolate dan Chocolate Log. Yap, saya bukan pecinta coklat, justru seringkali cenderung untuk menghindari coklat karena cepat membuat eneg. Tapi Ministry of Coffee selalu sukses membuat saya kembali lagi kesana demi sepotong cake coklat!
Chocolate Log (13K) adalah cake yang hampir selalu saya pesan jika bertandang ke Ministry of Coffee. Soft roll cake yang bertekstur sangat lembut memiliki rasa coklat yang tidak terlalu legit dan pekat. Di bagian dalamnya berisi krim coklat dan whip cream yang langsung lumer begitu menyentuh lidah. Saya tidak bisa menjelaskan lebih banyak lagi, yang jelas saya sangat menyukai cake ini.
Terakhir kali kesana saya juga mencoba Coffee Meringue Pie (15K). Pie crust yang renyah dipadu dengan legitnya coklat, harumnya coffee custard dan dilapisi oleh manisnya meringue yang dilapisi dengan taburan almond dan brown sugar juga cukup lezat. Meskipun tetap manis, tapi meringuenya sendiri tidak oversweeted.
Sampai sekarang, setiap kali saya pulang ke Jogja, saya pasti menyempatkan datang ke Ministry of Coffee yang kebetulan letaknya tidak terlalu jauh dari rumah nenek. Next time saya akan mencoba main coursenya yang juga terlihat menggiurkan.
Ministry of Coffee
Jl. Prawirotaman 1 / 15A Yogyakarta 55153. Telp : (0274) 7473828.
Saya menyempatkan diri untuk mengunjungi Artemy Gelato yang
belum lama dibuka. Artemy Gelato ini berlokasi di daerah Malioboro, Yogyakarta,
tepatnya di seberang Hotel Ibis. Tempatnya juga tidak terlalu besar, hanya
mampu menampung sekitar 30 orang.
Namun, jangan terkecoh oleh tempatnya yang
mungil, kedai gelato ini hampir tidak pernah sepi pembeli. Selain itu, varian
rasa yang ditawarkan pun tidak kalah beragam dengan tempat lain yang sejenis.
Malam itu, tersedia 9 varian rasa gelato dan sorbet yang dapat dicoba, diantaranya
adalah rasa classico, tiramisu, caramel, apple, mango, tutti frutti dan dark
chocolate. Total varian rasa Artemy
Gelato berjumlah 21 macam yang berganti-ganti setiap harinya.
![]() |
| Promo! |
Untuk topping tambahan juga tersedia berbagai macam pilihan
mulai dari almond, cookies, hingga chocochips. Semua topping tersebut dibandrol
dengan harga 3K/macamnya. Pengunjung juga boleh memilih mau menggunakan plastic
cup atau homemade cone.
Rasa apple sorbetnya cukup unik. Ada sedikit rasa asam yang bercampur dengan rasa manis khas apel. Favorit saya malam itu adalah caramel gelato yang tidak terlalu pekat manisnya, sehingga tidak membuat eneg. Yang jelas, jika saya ke Jogjakarta, saya akan datang lagi untuk mencoba rasa lainnya dari Artemy Gelato. =)
Artemy Italian Gelato
Jl. Perwakilan No.5, Malioboro Yogyakarta (0274-563417)
Twitter : @artemy_gelato
Sudah lama saya dihantui Kepiting Cak Gundul. Baik dari review di beberapa majalah, koran hingga liputan kuliner di televisi. Namun karena letaknya yang cukup jauh, yaitu di daerah Pandaan Pasuruan membuat saya mau tidak mau harus bersabar hingga saat pulang kampung ke Situbondo tiba, dimana kami pasti melewati kota Pasuruan. Namun secara tak sengaja saya mengetahui kalau Cak Gundul membuka cabangnya di Jogjakarta tepat ketika saya sedang berada disana. Kebetulan pula, teman saya tidak kalah antusiasnya mencoba kepiting yang saat itu masih mendapat diskon 15 %. Jadilah kami kesana dan mencoba restoran yang terkenal diantara para pecinta kepiting ini.
Restoran kepiting cak Gundul ini terletak di daerah Ngaglik Sleman berdekatan dengan beberapa tempat makan lain seperti Ayam Betutu Gilimanuk, Rijsttafel dan Pastagio.Dibangun di atas lahan yang cukup luas, Kepiting Cak Gundul menyediakan tempat makan baik berupa lesahan di gubuk-gubuk terpisah dan kursi biasa bagi yang kurang nyaman makan berlesehan. Untuk menunya sendiri tidak banyak, Kepiting tentu saja menjadi jagoan disini, selain itu ada udang, cumi, kerang dan ikan dorang dengan beberapa varian bumbu yang dapat dipilih pengunjung. Untuk pelengkapnya tersedia cah kangkung, nasi putih, lalapan, sambal, dan nasi goreng morat marit.
Cak Gundul menyediakan aneka macam kepiting dengan harga yang variatif dan dapat disesuaikan dengan kantong kita. Namun saya sempat tertawa kecil saat membaca menunya, untuk kepiting yang (sepertinya) berukuran lebih kecil, mereka menyebutnya dengan kepiting KW. Hehee..ada-ada saja..
Malam itu karena kepiting super jumbo dan jumbonya sudah habis, kami memesan kepiting super 1 saus asam manis (9 ons untuk berdua), cah kangkung, dan nasi putih. Ternyata rasanya memang super mantap. Saus asam manisnya yang berwarna merah sangat royal, kental, dan meresap ke dalam daging kepiting. Jujur saja, seumur-umur saya makan kepiting, ini saus asam manis terenak yang pernah saya rasakan. Bahkan tanpa kepitingnya, sausnya sudah sangat enak dimakan dengan nasi putih saja.
Kepiting yang digunakan juga cukup berkualitas dan segar, terbukti dari padat dan kenyalnya daging kepiting termasuk juga dengan capitnya yang gemuk-gemuk. Saya dan teman saya asik menggerogoti si kepiting tanpa memperdulikan alergi (kami berdua sebenarnya alergi seafood), tapi kepiting Cak Gundul ini benar-benar sulit untuk ditolak bahkan untuk saya yang sebenarnya lebih suka dengan kepiting soka yang tidak harus repot melepas kepiting dari cangkangnya.
![]() |
| Kepiting Asam Manis - diambil dari sini- |
Total pesanan yang harus kami bayar malam itu adalah 136K, sesudah dipotong diskon 15%. Tapi kami puas dan kenyang meskipun sewaktu keluar dari restoran, bibir kami berdua sama-sama bengkak karena alergi. Haha! Sayangnya karena hanya membawa handphone untuk sarana motret memotret dan suasana restorannya yang tidak terlalu terang, jadi saya tidak bisa mengambil foto makanan yang kami pesan. Dan saya baru tahu juga belakangan ternyata Cak Gundul sudah punya cabang di daerah Kelapa Gading, Jakarta sejak tahun 1997!
Kepiting Cak Gundul 1992 Pandaan-Pasuruan
Pandaan : KM 48 Surabaya - Malang (utara PLN). Tlp. (0343) 636895
Surabaya : Raya Kupang, Surabaya Barat. Tlp. (031) 7327554
Semarang : Ruko Atrium Jl. Jend. Sudirman No.1. Tlp. (024) 76632627
Jakarta : Jl. Raya Boulevard QJ No. 31 Kelapa Gading. Tlp. (021) 4535570
Jogja : Jl. Damai Gg. Watu Gede Ngaglik Sleman. Tlp. (0274) 885496
Jogja : Jl. Damai Gg. Watu Gede Ngaglik Sleman. Tlp. (0274) 885496
Salah satu masakan daerah Indonesia yang menjadi favorit adalah masakan Bali. Makanannya yang sarat bumbu dan pedas menjadikan banyak orang menjadi penikmat setianya. Sebut saja sambal matah, sate lilit, dan ayam sisit. Sekali coba pasti ketagihan. Ayam Betutu khas Gilimanuk adalah salah satu restoran yang menghadirkan aneka masakan khas daerah tersebut, sehingga tidak perlu jauh-jauh naik pesawat untuk mencicipi hidangan khas Bali.
Hidangan yang menjadi andalan restoran dengan lambang wajah yang hampir mirip Gareng ini adalah ayam betutu. Ayam betutu disajikan dalam dua macam jenis yaitu ayam betutu basah dan ayam betutu goreng. Dua-duanya sama enaknya. Jika ingin ayam atau bebek dengan bumbu ungkep basah yang orisinil, sebaiknya mencoba ayam betutu basah. Namun jika ingin ayam yang digoreng kering, ayam betutu goreng adalah pilihan yang tepat.
![]() |
| lambang Ayam Betutu Khas Gilimanuk (openrice.com) |
![]() |
| Ayam Betutu 1/4 - 24K |
![]() |
| Ayam Betutu Goreng 1/4 & Plecing Kangkung |
Ayam betutu bisa dibeli per paket yang terdiri dari nasi putih, plecing kangkung, sambal matah, satu sate lilit dan 1/4 ayam ataupun bebek betutu. Rasanya mantap. Bumbu ayam ataupun bebek betutunya sangat gurih, meresap hingga ke dalam daging disertai dengan rasa pedas yang samar. Plecing kangkung disajikan terpisah dengan sambalnya dan kacang tanah goreng, sate lilitnya juga gurih dan padat. Sambal matah menjadi favorit saya karena sambal ini sangat pedas dan cocok dicampurkan baik ke ayam betutu, lawar ayam ataupun ke plecing kangkung. hmm..betul-betul sedap sampai suapan terakhir.
![]() |
| Paket Ayam Betutu - 26.5K |
![]() |
| Nasi Campur Bali - 33K |
![]() |
| Lawar Ayam - 17K |
Restoran yang telah memiliki beberapa cabang di Bali, Jogja, dan Jakarta ini juga mengandalkan nasi campur Bali yang terdiri dari nasi putih, kacang goreng, sayur lawar/urap, sambal matah/sambal mbe, sate lilit/sate tusuk, tum ayam/pepes ikan, ayam sisit, telur/udang, ayam bumbu rajang/telur bumbu bali, sambal terasi/sayur ares. Porsinya cukup besar dan lengkap. Sebagai pelengkap, Ayam Betutu Khas Gilimanuk juga menyajikan ikan bakar, urap sayur, sate (ikan) tusuk, lawar ayam, aneka macam tum (sejenis pepes Bali) dan aneka macam dessert seperti yogurt, poffertjes, dan es krim.
Ayam Betutu Khas Gilimanuk
Jakarta : Jl. Wolter Monginsidi No. 63A (021-723 3245)
Jogja :Jl. Watugede No. 2x Mudal Sariharjo Ngaglik Sleman (0274-4463584/ 0813 92666771)
Bali : Jl. Buluh Indah No. 51x Denpasar (0361-740 7509)
Jl. Raya Tuban No. 2x Kuta (0361-757 535)
Jl. Merdeka No. 88 Renon (0361-263 464)
Jl. Bypass Ngurah Rai No. 89 Nusa Dua (0811 394754)
P@nholic Pancakes House terletak di daerah Selokan Mataram, Yogyakarta. Tidak sulit mencarinya, jika dari arah Seturan, tengok saja ke sebelah kiri, nanti akan terlihat papan berwarna oranye. Tempatnya cukup besar dengan tempat parkir yang dapat memuat sekitar kurang lebih 6 mobil. Fasilitas yang disediakan oleh Pancake House ini antara lain akses wifi dan big screen.
Menu yang ditawarkan tentu saja aneka jenis pancake manis dan gurih yang dibandrol dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari 9K-15K. Sebagai variasi, P@nholic juga menyediakan roll pan, yakni pancake yang dibentuk lebih tipis dan toppingnya digulung di dalamnya. Rata-rata harga yang ditawarkan untuk roll pan adalah 7K. Selain pancake, P@nholic juga menyediakan aneka nasi goreng, mie goreng, sup ayam, dan snack seperti kentang goreng, otak-otak ataupun spicy chicken wings.
![]() |
| Single P@n Delight - 9K |
![]() |
| Single Caro Pan - 11K |
![]() |
| Choco Roll Pan - 7K |
P@n Delight ini bertopping es krim rasa coklat, aneka meises, dan saus strawberry. Sedangkan Caro Pan terdiri dari es krim vanilla, oreo slice dan diberi taburan oreo crust dan saus karamel. kami juga memesan Choco roll pan yang, lagi-lagi, memakai oreo untuk toppingnya. Diameter pancake cukup besar, pancakenya juga lumayan lembut meskipun tidak terlalu tebal. Untuk topping menurut saya standarlah, topping pancake manis berkisar antara buah-buahan, coklat, oreo, dan strawberry, sedangkan untuk pilihan topping pancake gurihnya antara lain daging burger, irisan daging ayam, keju, sayuran dan otak-otak.
P@nholic Pancakes House
Buka mulai 16.00 WIB
Selokan Mataram No. 99 Mundu 07/02 Seturan Depok Sleman, Yogyakarta
Telp. 0818 177996
Saya dan Rani kembali menggelambir bersama. Kali ini tujuan kami adalah Myoozik, sebuah restoran yang belum lama buka di kawasan Sagan, Yogyakarta. Restoran yang memiliki moto Fun. Food. Drink ini dikelola oleh EMAX yang merupakan reseller premium produk Apple.
Tempatnya menggunakan bangunan rumah kuno yang memiliki halaman cukup besar, sehingga pengunjung dapat memilih bersantap di dalam atau luar ruangan. Myoozik juga menyediakan ruang karaoke yang dapat digunakan oleh pengunjung, sayangnya saya tidak sempat menanyakan apakah akan dikenakan tarif apabila ingin menggunakan ruang karaoke tersebut.
Makanan yang terdapat di Myoozik didominasi oleh masakan-masakan Barat. Aneka pilihan appetizer, soup, steak, pasta, dan dessert yang menggoda mengisi daftar menunya. Saya dan Rani sibuk membolak balik penuh kebimbangan *lebay* sebelum akhirnya Rani memilih Prima Verra Pasta karena di deskripsinya tertulis low fat dan penuh sayuran, sedangkan saya memilih Chicken Parmigiana karena tidak terlalu lapar. Kami sama-sama memilih fetucini sebagai pilihan pastanya. Di menu terlihat bahwa di foto Chicken Parmigiana terdapat segenggam pasta sebagai pelengkap si ayam.
Myoozik memiliki menu minuman yang diunggulkan yaitu Slushie, namun kami tidak mencobanya malam itu. Tidak lama kemudian Prima Verra Pasta datang dengan porsi yang cukup mengejutkan. Ternyata porsinya cukup besar. Fetucini, paprika dan daging sapi menyatu dalam balutan saus jamur yang gurih dan creamy. Rani makin terbelalak saat tahu terdapat banyak potongan daging sapi plus taburan keju di pastanya. Wow, benar-benar pasta low fat yang menggiurkan.
![]() |
| Prima Verra Fettucine - 25K (before tax and service) |
![]() |
| Chicken Parmigiana - 28K (before tax and service) |
Ketika Chicken Parmigiana saya yang datang, saya tidak kalah syoknya dengan Rani. Pasta yang tidak seberapa banyak di foto menunya menjadi sepiring penuh,diatasnya ditaruh fillet dada ayam utuh yang digoreng dan diberi saus tomat dan keju leleh dan kemudian dipanggang sebentar. Fetucininya ditumis sebentar dengan olive oil dan blackpepper sebelum dihidangkan bersama si fillet ayam tersebut. Rasanya mantap, asamnya saus tomat dapat menyatu dengan tumisan fetucini dan fillet ayam yang cheesy. Saya berhasil menghabiskan si ayam, tapi tidak untuk pastanya. Sedangkan Rani berhasil menaklukkan si Prima Verra-nya. Well done, Ran! =P
MyoOzik
Jalan Dewi Sartika No 17, Sagan, Yogyakarta















































